Wednesday, October 7, 2015

LAYANAN INTERNET YANG SERING DIGUNAKAN dan DAMPAK PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET


Layanan Internet yang Sering Digunakan

Layanan internet yang paling sering saya gunakan tentu saja search engine, seperti Google. Layanan internet yang paling sering saya gunakan selanjutnya adalah social media. Social media yang paling sering saya gunakan saat ini adalah LINE, Instagram, dan twitter.


LINE
LINE merupakan aplikasi yang memungkinkan kita untuk mengirim pesan berupa teks dan suara, melakukan panggilan, dan mengirimkan foto, video, dan lain-lain. Dengan LINE kita juga dapat mengirimkan gambar animasi yang dinamakan sticker. Sticker ini sangat banyak macamnya sehingga kita dapat menggunakannya untuk mengekspresikan diri kita dengan cara-cara yang unik.


Instagram
Instagram biasa digunakan untuk mengunggah foto-foto atau video kita untuk dilihat oleh pengguna Instagram lainnya. Untuk saya sendiri, kebanyakan foto-foto yang saya post di Instagram saya adalah foto gambar-gambar / sketch yang saya buat.

Twitter
Twitter biasanya digunakan untuk meng-update status atau keadaan yang sedang dialami oleh penggunanya. Twitter juga biasa digunakan untuk mencari informasi terbaru dan yang sedang ramai dibicarakan atau biasa disebut trending topic. Hal yang unik dari twitter adalah kita tidak bisa men-tweet lebih dari 140 karakter. Kita harus menggunakan aplikasi lain jika ingin menulis lebih dari 140 karakter di twitter.
Sedangkan device yang sering saya gunakan saat ini adalah mobile, karena saya lebih sering mengakses internet melalui HP.



Dampak Pemanfaatan Teknologi Internet

Menurut saya teknologi internet mempunyai dampak positif dan negatif yang sama besarnya.

Dampak Positif

Dampak positif dari adanya internet adalah kita dapat mencari informasi tentang hampir apa saja dari internet. Internet sangat membantu kita dalam berbagai macam pekerjaan, seperti mencari teori-teori penting yang sulit didapatkan dari buku, sehingga kita tidak harus membeli berbagai macam buku. Hal itu sangat menghemat biaya dan waktu. Atau hanya sekedar untuk mencari resep-resep masakan. Dengan adanya internet juga mempermudah berbagai macam hal seperti mengirim dokumen-dokumen penting dengan cepat, mempromosikan berbagai macam usaha-usaha lokal, dapat membantu memajukan berbagai macam teknologi kita, bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. 

Dampak Negatif

Dampak negatifnya adalah para pencetak buku akan mengalami kerugian. Waktu kita juga sangat banyak yang terbuang percuma jika kita tidak mampu mengontrol penggunaan internet kita sendiri. Kita juga  akan lebih jarang untuk bersosialisasi dengan orang dalam dunia nyata, karena kita sibuk bersosialisasi di dunia maya. Belum lagi penggunaan internet oleh anak-anak pada zaman sekarang ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, internet dapat memberikan kita akses hampir ke segala hal. Banyak hal yang harusnya tidak dilihat dan tidak dilakukan anak-anak melalui internet. Penggunaan internet oleh anak-anak terutama dalam social media juga dapat menjadi media bullying terhadap anak-anak lain.  

Pemanfaatan Internet Pertama Kali


Pemanfaatan Internet Pertama Kali



Penggunaan internet pada zaman sekarang ini sudah sangat luas. Bahkan karena kegunaannya yang beragam, internet sudah menjadi suatu kebutuhan untuk sebagian orang. Awalnya, internet diciptakan untuk kebutuhan kemiliteran, sehingga tidak semua orang dapat mengaksesnya. Tapi seiring berkembangnya zaman, sekarang hampir semua orang dapat mengaksesnya.

Pertama kali saya menggunakan internet adalah saat saya kelas 5 atau 6 SD. Saat itu saya menggunakan internet untuk membantu saya mencari jawaban dari tugas-tugas saya. Waktu itu saya tidak menggunakan HP saya sendiri dan karena waktu itu saya masih SD, hampir semua jawaban sudah ada di buku, jadi internet tidak terlalu dibutuhkan.

Saya mulai aktif menggunakan internet saat saya memasuki masa SMP. Karena saat SMP, tugas-tugas menjadi lebih rumit dan dibutuhkan pengetahuan lebih luas, tidak hanya dari buku yang dipakai saat itu. Saya juga sudah mulai mengenal email dan social media seperti Facebook dan Twitter yang mulai booming saat itu.

Dan saat itu saya mulai menyukai musik, jadi saya sering menggunakan internet untuk mencari informasi-informasi tentang penyanyi yang saya sukai, serta mencari dan men-download lagu-lagu mereka. Saya juga sering menggunakan Youtube untuk mencari video-video musik penyanyi yang saya sukai.

Monday, May 4, 2015

TUGAS PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KETERBAKATAN

A. Keberbakatan dan Kreativitas
1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
Keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan, diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, bahasa dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya.
2. Jelaskan pengertian kreativitas!
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan/konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :
a. Kemampuan umum di atas rata – rata,
b. Kreativitas di atas rata – rata, dan
c. Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
Kreativitas dan keberbakatan merupakan dua hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang yang mempunyai kreativitas, pasti orang tersebut memiliki bakat. Tetapi orang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas.
B. Pembelajaran Anak Berbakat
  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri anak berbakat!
  • Si anak memiliki ciri khas. Anak yang memiliki ciri khas biasnya akan nampak saat dirinya sedang bermain besama teman-teman sebayanya. Si anak akan bertingkah laku yang lebih dewasa sehingga kerika bermain dengan teman seusianya cenderung memisah. Namun, bukan berarti si anak tak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya. Si anak sangat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Si anak memiliki cara belajar yang berbeda. Si anak cenderung tidak bisa diam dan aktif terhadap hal-hal baru. Selain itu, si anak juga lebih suka untuk mengeklspelor dan mempelajari lebih lanjut sesuatu yang ada di sekelilingnya. Namun ketahuilah bahwa tidak mau diam bukan berarti si anak hiperaktif.
  • Gaya bahasanya lebih dewasa. Si anak lebih cepat menyerap bahasa orang dewasa dan menirukannya. Untuk itu, jangan heran jika ada anak yang mengikuti perkataan orang dewasa bahkan menirukannya. Selain itu,  si anak akan lebih cepat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
  • Si anak memiliki kosakata yang banyak. Karena kemampuannya untuk menyerap bahasa lebih cepat, si anak jadi memiliki kosakata yang lebih banyak. Dengan begitu, si anak jadi mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bahkan, si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik itu mengenai benda atau saat menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
  • Si anak memiliki keterampilan yang lebih. Keterampilan lebih yang dimilikinya itu, seperti memakai baju sendiri, memegang benda dengan posisi yang benar tanpa kesulitan, dan keterampilan lainnya. Namun ketahuilah bahwa keterampilan itu bisa saja dimiliki si anak asalkanAnda mau melatihnya dengan cara berenang, bermain tenis, dan olahraga lainnya. Dengan berolahraga bisa melatih kemampuan motorik kasarnya.
  • Si anak gemar mengoleksi benda. Anak berbakat akan lebih senang untuk mengumpulkan benda-benda kesukaannya. Misalnya, mainan, baju, hiasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan si anak menyukai bentuknya, warnanya, serta modelnya. Tak heran jika si anak gemar memilih-memilih atau mengelompokkan benda-benda kesukaannya itu.
  • Si anak gemar membaca. Saat usia si anak 1 tahunan, dirinya akan mampu untuk membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain si itu, si anak juga akan menunjukkan gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah dirinya sedang membaca. Ketahuilah bahwa hampir 50 persen anak yang berbakat sudah bisa membaca sejak usianya 2-2,5 tahun.Untuk merangsang anak agar suka membaca, Anda juga bisa melatihnya dengan mendongengkan buku atau sering bercerita kepadanya.
  • Memiliki kemampuan logika. Anak berbakat akan mudah memahami benda-benda yang besar dan kecil, serta membedakan banyak dan sedikit. Selain itu, si anak juga mengerti mengenai berapa lama, berapa jauh, dan berapa banyak. Dan anak berbakat juga bisa membedakan atas dan bawah, kiri dan kanan, serta maju dan mundur.
  • Memiliki daya ingat yang cukup baik. Daya ingat anak berbakat sangat tinggi. Misalnya, si anak mampu mengingat kejadian yang sudah lama dan mampu untuk mengungkapkannya kembali dengan baik.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak berbakat cenderung lebih banyak bertanya terhadap apa yang belum dimengerti. Jika si anak banyak bertanya pada apa yang tidak diketahuinya, maka sebagai orangtua Anda harus memberikan jawaban untuknya. Berilah jawaban dengan baik dan jangan biarkan si anak tanpa jawaban.
  • Pandai bersosialisasi. Anak berbakat akan lebih senang untuk bermain dengan teman di atas usianya. Dirinya akan merasa nyaman bermain dengan teman yang usianya lebih tua darinya. Sedangkan, saat bermain dengan teman seusianya si anak akan merasa tidak nyaman.
  • Memiliki energi yang kuat. Setiap beraktivitas, si anak selalu bersemangat karena dirinya memiliki energi yang kuat. Untuk itu, jangan heran jika si anak kurang tidur siangnya.
2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbe dan Ranzulli!
Menurut Renzulli keberbakatan mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu kecakapan diatas rata-rata, kreativitas dan komitment pada tugas. Renzulli meyakini bila faktor-faktor ini menyatu dalam diri individu, hasilnya adalah orang yang benar-benar berbakat dalam kinerja yang luar biasa dan sumbangan sangat besar pada masyarakat. Risetnya menunjukan bahwa secara konsisten orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestasi dan kontribusi kreatif mereka yang unik, memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan,yaitu kemampuan umum diatas rata-rata, kreativitas dan pengikatan terhadap tugas. Jadi memiliki salah satu kelompok ciri, misalnya inteligensi tinggi, belum mencerminkan keberbakatan. Meskipun dua kawasan yang mendampingi kemampuan intelektual adalah kawasan non-intelektual, namun kawasan nonintelektual ini sangat menentukan kinerja intelektual seseorang. Karenanya ketiganya saling berinteraksi “three-ring-interaction”.
3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikulum berdiferensiasi dan apa perbedaannya dgn kurikulum yg umum?
Penanganan anak-anak berbakat atau cerdas dengan program pengayaan dan percepatan penuh banyak memiliki kelemahan-kelemahan yang merugikan anak itu sendiri, maka telah dikembangkan kurikulum alternative yaitu berdiferensiasi (differentiated instruction ). Pendekatan ini menghendaki agar kebutuhan  berbakat dilayani di dalam kelas regular. Program ini menawarkan serangkaian pilihan belajar pada  berbakat dengan tujuan menggali dan mengarahkan pengajaran pada tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar yang berbeda-beda.Kurikulum berdiferensiasi sangat penting ditekankan untuk anak berbakat. Kurikulum ini memiliki tiga level kurikulum yaitu:
  • Prescribed Curriculum and Instruction. Level pertama, prescribed curriculum and instruction adalah kurikulum yang dikembangkan oleh standard lokal dan tidak menyediakan kesempatan untuk strategi belajar yang cocok untuk  berbakat.
  • Teacher-Differentiated Curriculum. Pada level kedua, teacher-differentiated curriculum, guru memodifikasi kurikulum yang telah ada menjadi kurikulum yang menarik dan menantang untuk berbakat. Disini, murid tidak hanya dipandang sebagai seorang ‘murid’ saja, tetapi murid adalah pembelajar aktif.
  • Learner-Differentiated Curriculum. Level ketiga, learner-differentiated curriculum, adalah level tertinggi dimana murid berbakat dianggap sebagai “producers of knowledge”, bukan hanya “consumers of knowledge”. Level ini mendukung perkembangan self-discovery, self-esteem, kreativitas, dan otonomi. Selain perkembangan kognitif, pada level ini jug mengembangkan faktor sosial dan emosional murid.
Perbedaan penerapan kurikulum differensiasi dengan kurikulum umum, yaitu:
  • Konten. Muatan atau materi yang diberikan kepada anak berbekat berbeda-beda sesuai dengan minat dan kemampuan anak.
  • Proses. Proses belajar anak berbakat, entah itu waktu maupun caranya, dibedakan dengan anak umumnya sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  • Produk. Dalam hal penugasan, anak berbakat diberikan beban produk yang lebuh rumit dan kompleks daripada anak umum. Produk belajar itu sendiri dapat berupa lisan, tulisan, ataupun benda
Sumber

Thursday, April 9, 2015

BELAJAR-MENGAJAR KREATIF

Kali ini, saya akan membahas tentang belajar-mengajar kreatif menurut kelompok sayaa..
Menurut saya dan kelompok saya, belajar mengajar kreatif dapat dilakukan dengan beberapa cara dan kriteria, yaitu:
1. Dengan cara observasi langsung
Jadi, dengan melakukan observasi, anak didik dapat melihat dan mengalami langsung keadaan tersebut serta mendapatkan informasi dari objek secara langsung sehingga informasi yang didapatkan masih bersifat original atau belum tercampur dengan pendapat orang lain. Selain itu anak didik juga dapat melihat langsung materi yang mereka pelajari, sehingga anak didik dapat menyerap informasi tersebut dengan maksimal dan menerapkan hal-hal positif dari informasi tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat dilakukan agar terjadi interaksi antar anak didik, sehingga anak didik dituntut untuk aktif dan sigap. Hal ini tentu saja menimbulkan dampak yang positif, anak didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan melalui cara diskusi tersebut, serta anak didik akan menjadi lebih interaktif dalam mengemukakan pendapat.
3. Metode Simulasi/Permainan
Selain metode diskusi, metode lain yang dapat digunakan yaitu metode simulasi atau permainan. Metode Simulasi adalah suatu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan sebenarnya, sehingga anak didik dapat merasakan bagaimana rasanya jika berada dalam keadaan tersebut.

Tuesday, March 31, 2015

INOVASI TERBARU : BOTOL “MERIANG”



Kali ini saya akan menjelaskan sebuah inovasi terbaru karya saya dan teman-teman saya, yaitu Botol “Meriang”. Apasih itu Botol “Meriang”?
Ini dia….
Botol “Meriang”. Dari namanya saja kita sudah bisa mereka-reka, mengapa disebut Botol “Meriang”. Meriang adalah sebuah kondisi dimana suhu yang terdapat yaitu antara panas dan dingin.
Dari situlah kami mendapatkan inspirasi ini, karena Botol “Meriang” ini dapat menciptakan cairan atau air yang di dalamnya menjadi dingin atau panas.
Botol ini sangat cocok bagi orang yang suka melakukan travelling atau berjalan-jalan, karena penggunaan botol ini sangat praktis dan mudah, dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
Botol ini bertenagakan energi dari baterai, oleh karena itu botol ini amat sangat praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Cara penggunaannyapun cukup mudah, apabila kita ingin mendapatkan air dingin, kita hanya tinggal memasukkan air dan menekan tombol yang berwarna biru atau COLD. Sebaliknya, apabila kita menginginkan air panas atau hangat, kita hanya tinggal menekan tombol HOT. Sangat mudah bukan?
Tidak hanya itu, terdapat termometer di sisi botol, agar kita bisa mengetahui bahkan menyesuaikan suhu yang kita inginkan. Temperatur yang tersedia yaitu antara 5 derajat Celcius sampai dengan 90 derajat Celcius.
Demikianlah deskripsi dari inovasi saya dan teman-teman saya, mudah-mudahan ke depannya Botol “Meriang” ini bisa benar-benar ada..

Monday, March 9, 2015

Penjelasan Kreativitas Diri Sendiri Menggunakan Pendekatan 4P

Kreatif identik dengan sesuatu yang baru, baik dalam bentuknya, tekniknya, dan lain sebagainya. Pendekatan 4P terdiri dari Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk. Kalau secara pribadi, saya sebenarnya tertarik dalam hal menggambar/melukis. Tapi biasanya jika saya menggambar sesuatu, saya harus melihat atau meniru apa yang ingin digambar tersebut. Jadi saya tidak bisa mengetahui atau menyebutkan jika itu termasuk kreatif atau tidak. Unsur Press/Pendorong saya dalam hal ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai ‘pendorong’ karena awal saya mulai menggambar itu hanya karena ingin coba-coba saja. Awalnya saya hanya mengikuti atau meniru gambar kartun atau komik, karena garisnya terlihat jelas, jadi saya lebih mudah untuk menirunya. Tapi akhir-akhir ini saya mencoba untuk menggambar objek yang nyata, seperti tumbuhan atau wajah seseorang dalam bentuk foto. Dan saya sudah berhasil membuat beberapa gambar. Ketika teman saya mengetahui bahwa saya bisa menggambar wajah orang, teman saya mulai meminta saya menggambar untuk mereka. Dalam konsep/pendekatan 4P, dikatakan bahwa produk atau hasil kreativitas seseorang diharapkan dapat dinikmati oleh lingkungan, dan juga harus bermakna bagi yang bersangkutan. Dalam hal ini, produk kreativitas saya, yaitu gambar yang saya buat, dinikmati atau disukai oleh teman saya, dan gambar itu juga bermakna bagi saya, karena saya senang juga jika ada orang yang menyukai hasil karya saya, dan dengan makin sering menggambar saya juga semakin bisa untuk belajar menggambar lebih baik dan lebih cepat. Dan mungkin suatu saat saya akan bisa menggambar tanpa harus melihat objeknya lagi dan hanya berdasarkan ingatan atau mungkin sesuatu yang saya pikirkan atau buat sendiri.

Karena contoh diatas menurut saya kurang meyakinkan, maka saya akan berikan satu contoh lagi. Menurut saya, saya bukan orang yang ahli dalam hal memasak. Saya lebih tertarik dalam hal menggambar atau membangun sesuatu. Tapi karena situasi tertentu kadang saya sering mencoba memasak sesuatu yang tidak biasa dimasak oleh ibu saya. Mungkin dalam pendekatan 4P disini pendorong saya untuk memasak adalah karena beberapa bulan terakhir orangtua saya sering bepergian jadi hanya tinggal kakak saya, saya dan adik saya dirumah. Jadi kami mengurus rumah dan makanan kami sendiri. Suatu hari adik saya meminta untuk dibuatkan nasi goreng seperti yang biasa ibu saya masak. Tapi waktu itu saya dan kakak saya hanya tahu harus menggunakan bahan apa saja tapi kami tidak mengetahui berapa banyak bahan-bahan tersebut harus dipakai untuk membuat nasi goreng itu. Jadi saya dan kakak saya menciptakan resep baru. Yang kami ketahui adalah dalam nasi goreng itu biasanya ibu kami menggunakan bawang putih dan bawang merah yang diiris lalu digoreng sebelum mencampurkan nasinya. Jadi agar lebih praktis saya dan kakak saya menggoreng telur terlebih dahulu. Telur itu kami orak-arik, lalu kami masukkan nasi dan garam secukupnya. Tapi jika nasinya hanya diberi garam saja, nasi goreng itu tidak akan terasa enak, maka saya dan kakak saya menambahkan bawang goreng yang sudah jadi yang dibuat oleh ibu kami ke dalam nasi tersebut. Lalu semua bahan itu kami campur, dan hasilnya, nasi goreng buatan kami lumayan juga. Adik kami ternyata juga menyukainya. Jadi dalam kasus ini produk kreativitas saya berguna dan dapat dinikmati oleh adik saya, saya, dan kakak saya. Dan juga bermakna untuk saya dan kakak saya karena kami berhasil membuat resep baru yang lebih gampang dan praktis.

Itulah contoh kreativitas saya menggunakan pendekatan 4P. Sebenarnya pikiran kreatif itu ada dalam diri setiap orang, tapi tergantung dari bidang yang diminati dan tergantung pada situasi dan kondisi juga, karena terkadang dalam situasi atau kondisi yang terdesak, kita dapat lebih mudah atau lebih cepat memikirkan jalan keluar untuk suatu masalah. Pikiran kreatif juga bisa timbul dari kesadaran diri sendiri dalam hal kekurangan dirinya atau lingkungannya sehingga dia mencari cara untuk memperbaiki kekurangan tersebut. 

Friday, March 6, 2015

Tugas Diskusi Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

Tugas Diskusi
Kelompok 3 : -    Afifah Gina        (10514391, 1PA21)
-      Dede Kumalasari   (12514613, 1PA21)
-      Gea Verina           (14514474, 1PA21)
-      Lingga Dyah F.      (16514089, 1PA20)
-      Nadia Vanessa      (17514744, 1PA21)
-      Nindhita Dwi        (17514962, 1PA21)
-      Rahmiwati Arifin  (18514821, 1PA21)
-      Suci Utami           (1A514484, 1PA21)
-      Triya Novita        (1A514885, 1PA21)

1.   Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak?
2.  Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang rendah?
3.  Anak dari berbagai urutan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda

Jawaban

1.   Menurut kelompok kami dan berdasarkan hasil pencarian, anak laki-laki memang menunjukkan kreativitas yang lebih besar dibandingkan anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan oleh perlakuan pada anak laki-laki. Dimana anak laki-laki akan dituntut menjadi lebih mandiri, selain itu anak laki-laki cenderung lebih suka mengambil resiko dan tantangan.

2.  Menurut kelompok kami dan berdasarkan hasil pencarian, kedua kelompok sosial ekonomi tersebut sama-sama memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Jika dilihat dari segi kelompok sosial ekonomi rendah, mereka dapat kreatif karena mereka harus memenuhi kebutuhan ditengah-tengah keterbatasan sehingga biasanya anggota kelompok tersebut harus memutar otak dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan kelompok sosial ekonomi yang tinggi biasanya ditunjang oleh banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai komunitas dan sumber. Jadi dalam hal ini kelompok kami lebih setuju bahwa anak dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih kreatif karena anak dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih terpenuhi dari segi fasilitasnya.

3.  Menurut kelompok kami dan berdasarkan hasil pencarian. Kami setuju bahwa anak dari berbagai urutan kelahiran tingkat kreativitasnya berbeda. Hal ini dapat dilihat dimana anak pertama biasanya paling diandalkan untuk memenuhi harapan-harapan orangtua, sehingga biasanya anak pertama akan lebih cenderung menjadi anak yang penurut dari pada anak yang lainnya.

Sumber : https://psikologikreativitasump.wordpress.com/2011/12/16/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kreativitas/