Thursday, April 9, 2015

BELAJAR-MENGAJAR KREATIF

Kali ini, saya akan membahas tentang belajar-mengajar kreatif menurut kelompok sayaa..
Menurut saya dan kelompok saya, belajar mengajar kreatif dapat dilakukan dengan beberapa cara dan kriteria, yaitu:
1. Dengan cara observasi langsung
Jadi, dengan melakukan observasi, anak didik dapat melihat dan mengalami langsung keadaan tersebut serta mendapatkan informasi dari objek secara langsung sehingga informasi yang didapatkan masih bersifat original atau belum tercampur dengan pendapat orang lain. Selain itu anak didik juga dapat melihat langsung materi yang mereka pelajari, sehingga anak didik dapat menyerap informasi tersebut dengan maksimal dan menerapkan hal-hal positif dari informasi tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat dilakukan agar terjadi interaksi antar anak didik, sehingga anak didik dituntut untuk aktif dan sigap. Hal ini tentu saja menimbulkan dampak yang positif, anak didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan melalui cara diskusi tersebut, serta anak didik akan menjadi lebih interaktif dalam mengemukakan pendapat.
3. Metode Simulasi/Permainan
Selain metode diskusi, metode lain yang dapat digunakan yaitu metode simulasi atau permainan. Metode Simulasi adalah suatu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan sebenarnya, sehingga anak didik dapat merasakan bagaimana rasanya jika berada dalam keadaan tersebut.

Tuesday, March 31, 2015

INOVASI TERBARU : BOTOL “MERIANG”



Kali ini saya akan menjelaskan sebuah inovasi terbaru karya saya dan teman-teman saya, yaitu Botol “Meriang”. Apasih itu Botol “Meriang”?
Ini dia….
Botol “Meriang”. Dari namanya saja kita sudah bisa mereka-reka, mengapa disebut Botol “Meriang”. Meriang adalah sebuah kondisi dimana suhu yang terdapat yaitu antara panas dan dingin.
Dari situlah kami mendapatkan inspirasi ini, karena Botol “Meriang” ini dapat menciptakan cairan atau air yang di dalamnya menjadi dingin atau panas.
Botol ini sangat cocok bagi orang yang suka melakukan travelling atau berjalan-jalan, karena penggunaan botol ini sangat praktis dan mudah, dapat digunakan kapan saja dan dimana saja.
Botol ini bertenagakan energi dari baterai, oleh karena itu botol ini amat sangat praktis dalam penggunaan sehari-hari.
Cara penggunaannyapun cukup mudah, apabila kita ingin mendapatkan air dingin, kita hanya tinggal memasukkan air dan menekan tombol yang berwarna biru atau COLD. Sebaliknya, apabila kita menginginkan air panas atau hangat, kita hanya tinggal menekan tombol HOT. Sangat mudah bukan?
Tidak hanya itu, terdapat termometer di sisi botol, agar kita bisa mengetahui bahkan menyesuaikan suhu yang kita inginkan. Temperatur yang tersedia yaitu antara 5 derajat Celcius sampai dengan 90 derajat Celcius.
Demikianlah deskripsi dari inovasi saya dan teman-teman saya, mudah-mudahan ke depannya Botol “Meriang” ini bisa benar-benar ada..

Monday, March 9, 2015

Penjelasan Kreativitas Diri Sendiri Menggunakan Pendekatan 4P

Kreatif identik dengan sesuatu yang baru, baik dalam bentuknya, tekniknya, dan lain sebagainya. Pendekatan 4P terdiri dari Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk. Kalau secara pribadi, saya sebenarnya tertarik dalam hal menggambar/melukis. Tapi biasanya jika saya menggambar sesuatu, saya harus melihat atau meniru apa yang ingin digambar tersebut. Jadi saya tidak bisa mengetahui atau menyebutkan jika itu termasuk kreatif atau tidak. Unsur Press/Pendorong saya dalam hal ini sebenarnya tidak bisa disebut sebagai ‘pendorong’ karena awal saya mulai menggambar itu hanya karena ingin coba-coba saja. Awalnya saya hanya mengikuti atau meniru gambar kartun atau komik, karena garisnya terlihat jelas, jadi saya lebih mudah untuk menirunya. Tapi akhir-akhir ini saya mencoba untuk menggambar objek yang nyata, seperti tumbuhan atau wajah seseorang dalam bentuk foto. Dan saya sudah berhasil membuat beberapa gambar. Ketika teman saya mengetahui bahwa saya bisa menggambar wajah orang, teman saya mulai meminta saya menggambar untuk mereka. Dalam konsep/pendekatan 4P, dikatakan bahwa produk atau hasil kreativitas seseorang diharapkan dapat dinikmati oleh lingkungan, dan juga harus bermakna bagi yang bersangkutan. Dalam hal ini, produk kreativitas saya, yaitu gambar yang saya buat, dinikmati atau disukai oleh teman saya, dan gambar itu juga bermakna bagi saya, karena saya senang juga jika ada orang yang menyukai hasil karya saya, dan dengan makin sering menggambar saya juga semakin bisa untuk belajar menggambar lebih baik dan lebih cepat. Dan mungkin suatu saat saya akan bisa menggambar tanpa harus melihat objeknya lagi dan hanya berdasarkan ingatan atau mungkin sesuatu yang saya pikirkan atau buat sendiri.

Karena contoh diatas menurut saya kurang meyakinkan, maka saya akan berikan satu contoh lagi. Menurut saya, saya bukan orang yang ahli dalam hal memasak. Saya lebih tertarik dalam hal menggambar atau membangun sesuatu. Tapi karena situasi tertentu kadang saya sering mencoba memasak sesuatu yang tidak biasa dimasak oleh ibu saya. Mungkin dalam pendekatan 4P disini pendorong saya untuk memasak adalah karena beberapa bulan terakhir orangtua saya sering bepergian jadi hanya tinggal kakak saya, saya dan adik saya dirumah. Jadi kami mengurus rumah dan makanan kami sendiri. Suatu hari adik saya meminta untuk dibuatkan nasi goreng seperti yang biasa ibu saya masak. Tapi waktu itu saya dan kakak saya hanya tahu harus menggunakan bahan apa saja tapi kami tidak mengetahui berapa banyak bahan-bahan tersebut harus dipakai untuk membuat nasi goreng itu. Jadi saya dan kakak saya menciptakan resep baru. Yang kami ketahui adalah dalam nasi goreng itu biasanya ibu kami menggunakan bawang putih dan bawang merah yang diiris lalu digoreng sebelum mencampurkan nasinya. Jadi agar lebih praktis saya dan kakak saya menggoreng telur terlebih dahulu. Telur itu kami orak-arik, lalu kami masukkan nasi dan garam secukupnya. Tapi jika nasinya hanya diberi garam saja, nasi goreng itu tidak akan terasa enak, maka saya dan kakak saya menambahkan bawang goreng yang sudah jadi yang dibuat oleh ibu kami ke dalam nasi tersebut. Lalu semua bahan itu kami campur, dan hasilnya, nasi goreng buatan kami lumayan juga. Adik kami ternyata juga menyukainya. Jadi dalam kasus ini produk kreativitas saya berguna dan dapat dinikmati oleh adik saya, saya, dan kakak saya. Dan juga bermakna untuk saya dan kakak saya karena kami berhasil membuat resep baru yang lebih gampang dan praktis.

Itulah contoh kreativitas saya menggunakan pendekatan 4P. Sebenarnya pikiran kreatif itu ada dalam diri setiap orang, tapi tergantung dari bidang yang diminati dan tergantung pada situasi dan kondisi juga, karena terkadang dalam situasi atau kondisi yang terdesak, kita dapat lebih mudah atau lebih cepat memikirkan jalan keluar untuk suatu masalah. Pikiran kreatif juga bisa timbul dari kesadaran diri sendiri dalam hal kekurangan dirinya atau lingkungannya sehingga dia mencari cara untuk memperbaiki kekurangan tersebut. 

Friday, March 6, 2015

Tugas Diskusi Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan

Tugas Diskusi
Kelompok 3 : -    Afifah Gina        (10514391, 1PA21)
-      Dede Kumalasari   (12514613, 1PA21)
-      Gea Verina           (14514474, 1PA21)
-      Lingga Dyah F.      (16514089, 1PA20)
-      Nadia Vanessa      (17514744, 1PA21)
-      Nindhita Dwi        (17514962, 1PA21)
-      Rahmiwati Arifin  (18514821, 1PA21)
-      Suci Utami           (1A514484, 1PA21)
-      Triya Novita        (1A514885, 1PA21)

1.   Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak?
2.  Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang rendah?
3.  Anak dari berbagai urutan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda

Jawaban

1.   Menurut kelompok kami dan berdasarkan hasil pencarian, anak laki-laki memang menunjukkan kreativitas yang lebih besar dibandingkan anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan oleh perlakuan pada anak laki-laki. Dimana anak laki-laki akan dituntut menjadi lebih mandiri, selain itu anak laki-laki cenderung lebih suka mengambil resiko dan tantangan.

2.  Menurut kelompok kami dan berdasarkan hasil pencarian, kedua kelompok sosial ekonomi tersebut sama-sama memiliki potensi untuk menjadi kreatif. Jika dilihat dari segi kelompok sosial ekonomi rendah, mereka dapat kreatif karena mereka harus memenuhi kebutuhan ditengah-tengah keterbatasan sehingga biasanya anggota kelompok tersebut harus memutar otak dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan. Sedangkan kelompok sosial ekonomi yang tinggi biasanya ditunjang oleh banyak kesempatan untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman melalui berbagai komunitas dan sumber. Jadi dalam hal ini kelompok kami lebih setuju bahwa anak dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih kreatif karena anak dari kelompok sosial ekonomi tinggi lebih terpenuhi dari segi fasilitasnya.

3.  Menurut kelompok kami dan berdasarkan hasil pencarian. Kami setuju bahwa anak dari berbagai urutan kelahiran tingkat kreativitasnya berbeda. Hal ini dapat dilihat dimana anak pertama biasanya paling diandalkan untuk memenuhi harapan-harapan orangtua, sehingga biasanya anak pertama akan lebih cenderung menjadi anak yang penurut dari pada anak yang lainnya.

Sumber : https://psikologikreativitasump.wordpress.com/2011/12/16/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-kreativitas/

Tuesday, December 30, 2014

Opini

Apa Pendapat Kamu Tentang Hukumnya Orang Islam Merayakan Tahun Baru Masehi?



 Dalam ajaran agama islam, tidak pernah diajarkan kepada kita untuk menghambur-hamburkan uang atau berlaku ria pada malam pergantian tahun biasa/masehi. Tapi merayakan tahun baru sudah membudaya di negara kita. Sepertinya sayang sekali jika melewatkan malam pergantian tahun tanpa merayakannya.
Perayaan tahun baru masehi sebenarnya adalah pesta orang-orang romawi. Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).
Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.
Janus
Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Hal ini diartikan sebagai masa depan dan masa lalu. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.
Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan konsul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari.
Bagi orang Kristiani yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa, tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi. Pernah juga disebutkan bahwa kaum Pagan Romawi biasa merayakan pergantian tahun mereka dengan menyalakan kembang api, mengitari api unggun, berkumpul dan bernyanyi bersama, bahkan juga membunyikan lonceng dan meniupkan terompet. Dengan demikian, jelas bahwa perayaan tahun baru masehi bukan ajaran Islam. Tapi masih banyak juga yang bersikeras bahwa merayakan pergantian tahun masehi ini tidak ada hubungannya dengan agama.
Para ulama memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang hukum merayakan tahun baru Masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat-syarat tertentu.
Ulama yang berpendapat bahwa merayakan pergantian tahun masehi itu hukumnya adalah haram, menyampaikan bahwa orang Islam yang merayakan pergantian tahun masehi itu sudah menyerupai orang kafir yang merayakannya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.” H.R. Abu Daud.
Ada juga ulama yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun baru masehi tidak selalu berkaitan dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan orang kafir, maka hukumnya haram. Tetapi tidak diniatkan mengikuti ritual orang kafir, maka tidak ada larangannya.
Perayaan Tahun Baru di Indonesia

Tapi bagi kebanyakan orang Islam di Indonesia, kegiatan menyambut tahun baru ini bukan untuk ikut menyembah dewa atau apapun, namun mereka hanya mengikuti kebiasaan yang sudah terbentuk. Even ini biasanya dimanfaatkan untuk berkumpul bersama keluarga dan mengunjungi atau bersilaturahmi dengan para kerabat. Karena biasanya pada pergantian tahun baru ini aktivitas bekerja diliburkan. Tapi memang caranya mungkin menyamai orang-orang kafir, karena seperti yang dikatakan diatas, even ini sudah menjadi budaya di Negara kita. Kita hanya mengikuti kebiasaan orang-orang dulu atau orang-orang disekitar kita. Mungkin nenek moyang kita dulu tidak melakukan perayaan seperti ini, tapi dengan perkembangan zaman, kebudayaan barat mulai masuk ke negara kita dan lama-kelamaan menjadi kebiasaan atau kebudayaan kita juga. Yah intinya, di pergantian tahun ini, kita jangan melakukan hal-hal yang berlebihan dan kalau bisa mungkin kita dapat mengurangi melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat di even tahun baru ini karena sebenarnya, dengan bergantinya tahun, maka umur kita akan bertambah, dan dengan begitu kita akan makin mendekati ajal kita.
Pada dasarnya tulisan ini hanya pendapat saya, mungkin orang lain memiliki pendapat berbeda, atau mungkin ada kesalahan dalam tulisan saya, jadi jika ada, saya minta maaf.

SUMBER TEORI :

SUMBER GAMBAR :

Reportase 2

Asian BMX Championship digelar di Siak




SIAK - Asian BMX Championship adalah acara perlombaan BMX (bicycle motorcross) ditingkat Asia. Tahun ini, acara ini diadakan di track BMX Siak Sport, Siak Sri Indrapura, Riau, pada tanggal 9 November 2014. Acara ini diikuti oleh negara-negara di Asia, diantaranya Indonesia, Thailand, China, dan Jepang. Acara pembukaannya seharusnya dilaksanakan pada tanggal 8 November malam, namun karena hujan deras yang mengguyur Siak sejak sore, acara pembukaan Asian BMX Championship ini ditunda dan dilaksanakan pada tanggal 9 November pagi. “Karena hujan deras dan acaranya dilaksanakan di luar ruangan, acara pembukaan ini terpaksa ditunda dan akan dilaksanakan tanggal 9 pagi” ujar bapak Zainul, penasehat acara Asian BMX Championship di Siak.

Perlombaan BMX ini dilaksanakan siang harinya, dan dari 4 kelas yang diperlombakan, yaitu Men Junior, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite, tiga diantaranya dimenangkan oleh pembalap/rider dari Jepang. Sedangkan satu kelas lainnya yaitu kelas Women Elite, dimenangkan oleh rider dari Thailand, yaitu Amanda Carr.

Monday, December 29, 2014

Kebudayaan Asing

Hanbok


Apa itu hanbok? Hanbok adalah sebutan untuk pakaian tradisional Korea Selatan. "Hanbok" merupakan singkatan dari Hanguk pokshik (Korea pakaian). Walaupun secara harfiah berarti "pakaian orang Korea", hanbok pada saat ini mengacu pada "pakaian gaya Dinasti Joseon".
Sebenarnya hanbok adalah pakaian yang umum dikenakan pada zaman kerajaan di Korea seperti yang sudah disebutkan diatas. Tapi seiring dengan berkembangnya zaman, korea sekarang memiliki fashionnya sendiri, sehingga sekarang hanbok hanya dikenakan pada hari-hari tertentu. Pakaian ini biasa dikenakan ketika mengikuti acara-acara tradisional seperti saat perayaan tahun baru Korea (seollal), pernikahan yang bernuansa tradisional, hari chuseok, dan perayaan-perayaan lain.
Chuseok atau ditulis sebagai Chusok (Hari bulan purnama) adalah hari libur resmi di Korea yang dirayakan secara besar-besaran pada bulan ke-8, hari ke-15 kalender lunar. Perayaan ini berupa pesta makan untuk mengucapkan terima kasih atas keberhasilan panen, sehingga juga disebut juga sebagai Hari Panen, Festival Bulan Musim Panen, atau Hangawi ("han" = "raya", "gawi" = "tengah", "hari besar di tengah-tengah musim gugur". Sedangkan Tahun Baru Korea (KoreaSeollal atau Gujeong) adalah hari raya rakyat Korea yang terbesar dan terpenting. Seollal dirayakan secara meriah sehingga hari libur berlangsung selama 3 hari karena dianggap lebih penting daripada hari tahun baru biasa.

Hanbok untuk Pesta Pernikahan Tradisional Korea

Yang menarik dari Hanbok adalah bentuk dan warnanya yang cerah dan terlihat serasi dan elegan dengan garis yang sederhana serta tidak memiliki saku. Warna Hanbok itu selalu paduan antara warna putih atau senada (sampai ada ungkapan orang putih bagi masyarakat Korea. Dan kecerahan warnanya juga dengan warna-warna natural alam. Jaman dahulu pewarnaan Hanbok memakai pewarna alami. Misal: merah: dengan kelopak bunga merah). Mengenai bentuk Hanbok, Ada ungkapan untuk bentuk Hanbok yaitu sempit di atas, makin kebawah semakin lebar, dengan artian bagian atas menarik dengan pas dengan bentuk tubuh dan lebar/fleksibel dibawah untuk meningkatkan keanggunan pemakainya dan juga untuk menyembunyikan fisik tubuh bagian bawah. 

Hanbok tradisional untuk wanita terdiri dari jeogori (kemeja blus atau jaket) dan chima (rok yang dipakai membungkus atau melingkari badan). Setelan ini sering disebut chima jeogori. Rok bawah, atau lapisan dalam rok disebut sokchima. Sedangkan Hanbok untuk pria terdiri dari jeogori dan baji yang berarti celana di Korea. Baji adalah celana baggy-nya hanbok tradisional untuk pria.
Heoritti atau heorimari yang terbuat dari kain linen difungsikan sebagai korset karena begitu pendeknya jeogori. Umumnya dahulu kaum laki-laki dewasa mengenakan durumagi (semacam jaket panjang) saat keluar rumah.


Pakaian Pria Bangsawan

Kalangan atas memakai hanbok dari kain rami yang ditenun atau bahan kain berkualitas tinggi, seperti bahan yang berwarna cerah pada musim panas dan bahan kain sutra pada musim dingin. Mereka menggunakan warna yang bervariasi dan terang. Rakyat biasa tidak dapat menggunakan bahan berkualitas bagus karena tidak sanggup membelinya.



Aksesoris yang digunakan saat mengenakan hanbok :


Samo (Sebuah topi yang dipakai bersama dengan Dalleyong (jubah). Merupakan pakaian sehari-hari para pejabat.); Gat (Jenis topi yang dikenakan oleh para pria di Dinasti Joseon. Dikenakan dengan po (gaun) oleh pejabat saat keluar rumah.); Nambawi (Merupakan topi musim dingin yang dipakai oleh pria dan wanita untuk menutupi dahi, leher bagian atas, dan telinga. Juga disebut pungdaengi.); Bokgeon (Jenis topi yang digunakan pria pada masa dinasti Joseon. Dikenakan dengan po (gaun) oleh pejabat saat keluar rumah.);  Hogeon (Mirip dengan bokgeon, tetapi mahkota kepala terbuka dan pola telinga, mata, dan jenggot yang disulam untuk menunjukkan desain harimau. Hal ini biasanya dikenakan dengan obangjang durumagi, jeonbok, atau sagyusam.)


Jokduri (Satu jenis mahkota yang dikenakan oleh wanita untuk melengkapi gaun pengantin. Biasanya dipakai bersama dengan wonsam (mantel panjang pengantin); Hwagwan (Mahkota dipakai oleh perempuan bersamaan dengan gaun pengantin. Dihiasi dengan ornamen kupu-kupu, lima warna manik-manik,dan benang emas, Hwagwan lebih mewah dari jokduri dan sebagian besar dikenakan dengan hwarot atau dangui.);  Jobawi (Sebuah topi musim dingin untuk perempuan.Hal ini terbuka di atas, dan sisi-sisinya yang bulat untuk sepenuhnya menutupi telinga.);  Gulle (Merupakan tutup kepala untuk menjaga anak-anak agar tetap hangat. Sebagian besar dipakai oleh kedua anak laki-laki dan perempuan berusia satu tahunsampai lima tahun.);
Ayam (Topi musim dingin sebagian besar dipakai perempuan Korea. Bentuknya tidak menutupi telinga, dan beberapa dilapisi dengan bulu.); Dwikkoji (Sebuah aksesori rambut perempuan di Dinasti Joseon.); Binyeo (Jepit rambut batang, yang digunakan untuk mengikat sebuah mahkota atau wig dan menahan rambut yang dikepang atas. Selain penggunaan praktis, binyeo memiliki tujuan dekoratif dan menunjukkan status pemakainya. Mereka disebut sebagai yongjam, bongjam, jukjam, mokryeokjam, maejukjam, atau jukjeoljam tergantung pada hiasan di bagian atas binyeo.); Cheopji (Aksesoris yang ditempatkan pada bagian atas rambut ketika wanita mengenakan gaun pengantin.); Daenggi (pita yang digunakan untuk mengikat dan menghias rambut panjang. Ada berbagai macam, termasuk jebiburi daenggi, apdaenggi, doturak daenggidan goidaenggi.);  Norigae (Merupakan aksesoris utama bagi perempuan. Liontin Norigae secara luas digunakan dari wanita istana kerajaan hingga rakyat jelata. Bentuknya ada 2 macam, ada yang 3 ornamen atau satu ornament.)

Pada tahun 1996, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Korea membuat 'hari Hanbok' untuk mendorong orang untuk memakai Hanbok.


SUMBER :