Thursday, October 22, 2015

Resume Jurnal

Berikut merupakan resume Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2, Desember 2005 yang berjudul
PERBEDAAN MINAT DALAM PENGGUNAAN FUNGSI INTERNET BERDASARKAN TIPE KEPRIBADIAN yang ditulis oleh P. Tommy Y. S. Suyasa, Fransisca I.R. Dewi, dan Susanti Savitri
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta
Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara, Jakarta

ABSTRAK
Minat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah tipe kepribadian. Tipe kepribadian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagian dari tipe kepribadian yang dikemukakan oleh Eysenck, yaitu tipe kepribadian Introvert dan tipe kepribadian Ekstravert. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjawab pertanyaan apakah ada perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert. Data didapatkan dari 200 orang remaja yang berusia antara 11-21 tahun, dan diketahui aktif menggunakan internet. Analisa menggunakan metode chi square dengan bantuan bantuan SPSS versi 11.00. Data penelitian diperoleh melalui dua instrumen ukur (1) kuesioner tipe kepribadian (2) kuesioner minat dalam penggunaan fungsi internet. Dari perhitungan didapatkan hasil X2 (N = 126.1) = 3,81,  p<0.10 (p=0.51).  


PENDAHULUAN

Perkembangan ilmu dan teknologi pada dasarnya bertujuan untuk mencapai serta memenuhi kebutuhan manusia dalam memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia secara efisien. Internet merupakan salah satu contoh perkembangan dalam teknologi media massa.
Rohall, Cotton, dan Morgan, (2002) membedakan fungsi internet menjadi dua, yaitu :
·         sarana telekomunikasi
·         sarana non telekomunikasi.
Thompson membedakan tiga cara dalam interaksi sosial, yaitu (Giddens, 2001): (1) melaIui tatap muka, (2) melalui media, (3) melalui media ruang. 
Berdasarkan teori dari Thompson maka internet dapat di kategorikan sebagai interaksi melalui media, karena dengan menggunakan komputer yang kemudian disambungkan ke jaringan internet seseorang dapat berkomunikasi langsung walaupun tidak secara oral.
Internet memberikan manfaat yang  besar bagi masyarakat modern saat ini oleh karena itu pertumbuhan pemakai internet di dunia begitu cepat, pada tahun 1998 pemakai internet telah mencapai 900 juta penduduk bumi (Sulaki-lakidi, 2003). Berdasarkan Asosiasi Penyelengara Jasa Internet Indonesia (APJII) jumlah pemakai Internet  saat ini sebanyak 4,5 juta pengguna (Swi, 2003).
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lenhart, Rainie, dan Lewis (dalam Rohall, Cotton, dan Morgan, 2002) mengatakan bahwa pengguna internet terbanyak pada saat ini adalah remaja berumur 12 - 17 tahun.
Minat seorang remaja terhadap sesuatu, misalnya internet dapat dipengaruhi oleh lingkungan dan kepribadian (Laki-lakianto, 2001).


TINJAUAN TEORITIS

Kepribadian
Kepribadian berasal dari bahasa Latin “personare” yang berarti mengeluarkan suara (Purwanto, 2000). Berdasarkan pendapat para ahli disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan kepribadian adalah tingkah laku serta sifat-sifat yang dimiliki seseorang yang menjadikannya beda dengan orang lain yang bersifat dinamis.
Dalam penelitian ini teori kepribadian yang digunakan adalah teori oleh Hans J. Eysenck yang membedakan kepribadian kedalam dua tipe, yaitu introvert dan ekstravert.
·         Kepribadian Introvert
Kepribadian Introvert adalah individu yang memiliki kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yaitu tertutup, kurang suka bersosialisasi, lebih menyukai beraktivitas sendiri dibandingkan bersama-sama. Individu yang memilki tipe kepribadian Introvert juga lebih senang melakukan aktivitas yang tenang tidak banyak bergerak seperti membaca buku, hati-hati, terkontrol, pesimis dan bertanggung jawab. 
·         Kepribadian Ekstravert
Kepribadian Ekstravert adalah kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat dengan karakteristik mempunyai sifat  terbuka, senang berteman dengan siapa saja baik dilingkungan yang lama maupun lingkungan yang baru, senang beraktivitas bersama-sama, aktif,  tingkah lakunya lebih cenderung dipengaruhi oleh orang lain, ekspresif dan kurang bertanggung jawab.
Minat
Menurut Blum dan Balinsky (dalam Laki-lakinto, 2001) minat adalah kuatnya kecenderungan seseorang terhadap objek-objek dan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan perhatian dan menghasilkan kepuasan. Hal tersebut diperkuat dengan Hurlock (1993) yang mengatakan bahwa minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih. 
Minat (KBBI, 1994) adalah suatu perasaan kecenderungan hati yang tinggi terhadapa sesuatu, kegairahan, keinginan, memperhatikan. Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari.
Pintrich dan Schunk (dalam Lakilakinto, 2001 h. 40) membedakan  minat menjadi tiga yaitu:
1.       Minat Pribadi. Minat pribadi adalah suatu ciri pribadi individu yang  merupakan disposisi abadi yang relatif stabil. Minat pribadi ditujukan pada suatu kegiatan atau topik yang spesifik (minat khusus untuk oleh raga, ilmu pengetahuan, musik, komputer). Minat pribadi dapat juga dipengaruhi oleh gender dan lingkungan tempat seseorang tinggal.
2.       Minat Situasional. Minat Situasional adalah minat yang ditumbuhkan oleh  kondisi atau faktor-faktor lingkungan. Minat situasional dapat berkembang menjadi minat pribadi.
3.       Minat sebagai Keadaan Psikologis. Minat sebagai keadaan psikologis  menggambarkan perspektif yang interaktif dan saling berhubungan dengan minat, pada saat minat pribadi seseorang saling mempengaruhi dengan ciri-ciri lingkungan.
Internet
Menurut  Rohall,  Cotton  dan  Morgan  (2002) internet  mempunyai  dua macam fungsi, yaitu  berfungsi untuk telekomunikasi dan non telekomunikasi. Pada penelitian ini, sarana-sarana internet yang termasuk berfungsi untuk komunikasi adalah chatting, e-mail pribadi, e-mail news group atau berdiskusi, dan sarana-sarana internet yang termasuk berfungsi non komunikasi adalah browsing tentang buku, browsing tentang artikel, browsing tentang produk, browsing tentang jodoh atau artikel, kemudian download file atau artikel, download program, dan download lagu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi minat terhadap internet
(a) faktor sarana komunikasi
(b) faktor sarana informasi
(c) faktor sebagai adaptasi dari kemajuan teknologi
(d) faktor dorongan lingkungan
Remaja
Istilah remaja atau Adolescence (Inggris) berasal dari bahasa Latin “adolescere” yang berarti tumbuh menjadi dewasa (Hurlock, 1980).
Remaja adalah suatu masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang berlangsung dalam usia 11-21 tahun, disertai dengan proses perubahan fisik, kepribadian, kognitif, dan psikososial dalam rangka pembentukan identitas diri.


HIPOTESIS

Hipotesis yang diajukan adalah terdapat perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert. 


METODE PENELITIAN

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan menggunakan convenience sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan perhitungan statistik Chi Square.
Data dalam penelitian ini, diambil dengan menggunakan alat ukur tipe kepribadian serta alat ukur minat dalam penggunaan fungsi internet yang telah melalui uji coba. Alat ukur tersebut disebarkan kepada 200 subjek baik laki-laki maupun perempuan mulai dari remaja awal sampai dengan remaja akhir di Jakarta yang diketahui sebagai pengguna internet. 



HASIL PENELITIAN


Gambaran Tipe Kepribadian Subjek Penelitian
Tipe Kepribadian
Frekuensi
%
Tipe Kepribadian Introvert
58
29
Tipe Kepribadian Ekstravert
68
34
Tidak terkelompokkan
74
37
Jumlah
200
100


Gambaran Perbandingan Minat dalam Penggunaan Fungsi Internet berdasarkan Tipe Kepribadian

Fungsi Internet
Introvert
Ekstravert
Total
Telekomunikasi
24
40
64
Non Telekomunikasi
34
28
62
Jumlah
58
68
126









Gambaran Perbandingan Minat dalam Penggunaan Fungsi Internet (secara khusus) berdasarkan Tipe Kepribadian

Minat
Introvert
Ekstravert
Total
Chatting
19
32,8%
27
39,7%
46
36,5%
E-mail pribadi
5
8,6%  
13
19,1%
18
14,3%
Browsing/mencari informasi tentang buku
5
8,6%
3
4,4%
8
6,3%
Browsing /mencari informasi tentang artikel
10
17,2%
8
11,8%
18
14,3%
Browsing/mencari informasi tentang produk
6
10,3%
5
7,4%
11
8,7%
Browsing/mencari informasi tentang jodoh
1
1,7%
1
1,5%
2
1,6%
Download file/artikel
0
0%
3
4,4%
3
2,4%
Download program
1
1,7%
4
5,9%
5
4,0%
Download lagu
11
19,0%
4
5,9%
15
11,9%
Jumlah
58
100,0%
68
100,0%
126
100,0%

PEMBAHASAN

Perbedaan minat dalam penggunaan fungsi Internet pada remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert menunjukkan bahwa :
       Tipe remaja yang memiliki kepribadian Introvert lebih memilih fungsi  internet non telekomunikasi, browsing dan download. Hal ini sesuai dengan teori kepribadian Eysenck yang mengatakan bahwa tipe kepribadian Introvert memiliki jiwa tertutup, cenderung menarik diri dari pergaulan, dan pendiam.
       Tipe remaja yang memiliki kepribadian Ekstravert cenderung lebih memilih fungsi internet telekomunikasi, chatting dan  e-mail pribadi. Hal ini sesuai dengan teori kepribadian Eysenck yang mengatakan bahwa tipe kepribadian Ekstravert bersifat terbuka, senang berteman, dan membutuhkan orang lain untuk menjadi lawan bicara.


KESIMPULAN

Hipotesis nol penelitian ditolak pada tingkat signifikasi 10%, dengan demikian hipotesis alternatif diterima artinya terdapat perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert dan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert.
Remaja yang memiliki tipe kepribadian Introvert memiliki minat pada fungsi non-telekomunikasi. Sedangkan remaja yang memiliki tipe kepribadian Ekstravert cenderung memiliki minat pada fungsi telekomunikasi.


SARAN

Jurnal yang berjudul “Perbedaan Minat dalam Penggunaan Fungsi Internet Berdasarkan Tipe Kepribadian” ini sudah cukup menjelaskan dengan baik dan sudah membuktikan bahwa ada perbedaan minat dalam penggunaan fungsi internet antara kepribadian introvert dan ekstrovert. Dan berdasarkan apa yang sudah saya baca dan saya pahami dari Jurnal ini, saran saya untuk pengembangan jurnal ini adalah dapat lebih teliti dalam memasukkan data-data ke dalam tabel karena masih terdapat kesalahan penulisan data serta dapat mengurangi pengulangan penyebutan teori-teori yang digunakan.

Wednesday, October 7, 2015

LAYANAN INTERNET YANG SERING DIGUNAKAN dan DAMPAK PEMANFAATAN TEKNOLOGI INTERNET


Layanan Internet yang Sering Digunakan

Layanan internet yang paling sering saya gunakan tentu saja search engine, seperti Google. Layanan internet yang paling sering saya gunakan selanjutnya adalah social media. Social media yang paling sering saya gunakan saat ini adalah LINE, Instagram, dan twitter.


LINE
LINE merupakan aplikasi yang memungkinkan kita untuk mengirim pesan berupa teks dan suara, melakukan panggilan, dan mengirimkan foto, video, dan lain-lain. Dengan LINE kita juga dapat mengirimkan gambar animasi yang dinamakan sticker. Sticker ini sangat banyak macamnya sehingga kita dapat menggunakannya untuk mengekspresikan diri kita dengan cara-cara yang unik.


Instagram
Instagram biasa digunakan untuk mengunggah foto-foto atau video kita untuk dilihat oleh pengguna Instagram lainnya. Untuk saya sendiri, kebanyakan foto-foto yang saya post di Instagram saya adalah foto gambar-gambar / sketch yang saya buat.

Twitter
Twitter biasanya digunakan untuk meng-update status atau keadaan yang sedang dialami oleh penggunanya. Twitter juga biasa digunakan untuk mencari informasi terbaru dan yang sedang ramai dibicarakan atau biasa disebut trending topic. Hal yang unik dari twitter adalah kita tidak bisa men-tweet lebih dari 140 karakter. Kita harus menggunakan aplikasi lain jika ingin menulis lebih dari 140 karakter di twitter.
Sedangkan device yang sering saya gunakan saat ini adalah mobile, karena saya lebih sering mengakses internet melalui HP.



Dampak Pemanfaatan Teknologi Internet

Menurut saya teknologi internet mempunyai dampak positif dan negatif yang sama besarnya.

Dampak Positif

Dampak positif dari adanya internet adalah kita dapat mencari informasi tentang hampir apa saja dari internet. Internet sangat membantu kita dalam berbagai macam pekerjaan, seperti mencari teori-teori penting yang sulit didapatkan dari buku, sehingga kita tidak harus membeli berbagai macam buku. Hal itu sangat menghemat biaya dan waktu. Atau hanya sekedar untuk mencari resep-resep masakan. Dengan adanya internet juga mempermudah berbagai macam hal seperti mengirim dokumen-dokumen penting dengan cepat, mempromosikan berbagai macam usaha-usaha lokal, dapat membantu memajukan berbagai macam teknologi kita, bahkan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. 

Dampak Negatif

Dampak negatifnya adalah para pencetak buku akan mengalami kerugian. Waktu kita juga sangat banyak yang terbuang percuma jika kita tidak mampu mengontrol penggunaan internet kita sendiri. Kita juga  akan lebih jarang untuk bersosialisasi dengan orang dalam dunia nyata, karena kita sibuk bersosialisasi di dunia maya. Belum lagi penggunaan internet oleh anak-anak pada zaman sekarang ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, internet dapat memberikan kita akses hampir ke segala hal. Banyak hal yang harusnya tidak dilihat dan tidak dilakukan anak-anak melalui internet. Penggunaan internet oleh anak-anak terutama dalam social media juga dapat menjadi media bullying terhadap anak-anak lain.  

Pemanfaatan Internet Pertama Kali


Pemanfaatan Internet Pertama Kali



Penggunaan internet pada zaman sekarang ini sudah sangat luas. Bahkan karena kegunaannya yang beragam, internet sudah menjadi suatu kebutuhan untuk sebagian orang. Awalnya, internet diciptakan untuk kebutuhan kemiliteran, sehingga tidak semua orang dapat mengaksesnya. Tapi seiring berkembangnya zaman, sekarang hampir semua orang dapat mengaksesnya.

Pertama kali saya menggunakan internet adalah saat saya kelas 5 atau 6 SD. Saat itu saya menggunakan internet untuk membantu saya mencari jawaban dari tugas-tugas saya. Waktu itu saya tidak menggunakan HP saya sendiri dan karena waktu itu saya masih SD, hampir semua jawaban sudah ada di buku, jadi internet tidak terlalu dibutuhkan.

Saya mulai aktif menggunakan internet saat saya memasuki masa SMP. Karena saat SMP, tugas-tugas menjadi lebih rumit dan dibutuhkan pengetahuan lebih luas, tidak hanya dari buku yang dipakai saat itu. Saya juga sudah mulai mengenal email dan social media seperti Facebook dan Twitter yang mulai booming saat itu.

Dan saat itu saya mulai menyukai musik, jadi saya sering menggunakan internet untuk mencari informasi-informasi tentang penyanyi yang saya sukai, serta mencari dan men-download lagu-lagu mereka. Saya juga sering menggunakan Youtube untuk mencari video-video musik penyanyi yang saya sukai.

Monday, May 4, 2015

TUGAS PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KETERBAKATAN

A. Keberbakatan dan Kreativitas
1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
Keberbakatan adalah kemampuan intelektual atau kecerdasan, diantaranya meliputi kemampuan intelektual musik, matematika, fisika, kimia, bahasa dan berbagai tingkat kecerdasan di berbagai bidang lainnya yang kemampuannya jauh di atas rata-rata anak seusianya.
2. Jelaskan pengertian kreativitas!
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan/konsep baru atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada.
3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas!
Konsepsi “ Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :
a. Kemampuan umum di atas rata – rata,
b. Kreativitas di atas rata – rata, dan
c. Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
Kreativitas dan keberbakatan merupakan dua hal yang sangat penting dan berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang. Seseorang yang mempunyai kreativitas, pasti orang tersebut memiliki bakat. Tetapi orang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas.
B. Pembelajaran Anak Berbakat
  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri anak berbakat!
  • Si anak memiliki ciri khas. Anak yang memiliki ciri khas biasnya akan nampak saat dirinya sedang bermain besama teman-teman sebayanya. Si anak akan bertingkah laku yang lebih dewasa sehingga kerika bermain dengan teman seusianya cenderung memisah. Namun, bukan berarti si anak tak mau bermain dan berkumpul dengan teman seusianya. Si anak sangat bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
  • Si anak memiliki cara belajar yang berbeda. Si anak cenderung tidak bisa diam dan aktif terhadap hal-hal baru. Selain itu, si anak juga lebih suka untuk mengeklspelor dan mempelajari lebih lanjut sesuatu yang ada di sekelilingnya. Namun ketahuilah bahwa tidak mau diam bukan berarti si anak hiperaktif.
  • Gaya bahasanya lebih dewasa. Si anak lebih cepat menyerap bahasa orang dewasa dan menirukannya. Untuk itu, jangan heran jika ada anak yang mengikuti perkataan orang dewasa bahkan menirukannya. Selain itu,  si anak akan lebih cepat untuk menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.
  • Si anak memiliki kosakata yang banyak. Karena kemampuannya untuk menyerap bahasa lebih cepat, si anak jadi memiliki kosakata yang lebih banyak. Dengan begitu, si anak jadi mengerti kata-kata yang diucapkan kepadanya. Bahkan, si anak bisa menyebutkan secara terperinci baik itu mengenai benda atau saat menjawab pertanyaan yang diberikan kepadanya.
  • Si anak memiliki keterampilan yang lebih. Keterampilan lebih yang dimilikinya itu, seperti memakai baju sendiri, memegang benda dengan posisi yang benar tanpa kesulitan, dan keterampilan lainnya. Namun ketahuilah bahwa keterampilan itu bisa saja dimiliki si anak asalkanAnda mau melatihnya dengan cara berenang, bermain tenis, dan olahraga lainnya. Dengan berolahraga bisa melatih kemampuan motorik kasarnya.
  • Si anak gemar mengoleksi benda. Anak berbakat akan lebih senang untuk mengumpulkan benda-benda kesukaannya. Misalnya, mainan, baju, hiasan, dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan si anak menyukai bentuknya, warnanya, serta modelnya. Tak heran jika si anak gemar memilih-memilih atau mengelompokkan benda-benda kesukaannya itu.
  • Si anak gemar membaca. Saat usia si anak 1 tahunan, dirinya akan mampu untuk membedakan gambar yang posisinya terbalik. Selain si itu, si anak juga akan menunjukkan gerakan kepala dari kiri ke kanan seolah-olah dirinya sedang membaca. Ketahuilah bahwa hampir 50 persen anak yang berbakat sudah bisa membaca sejak usianya 2-2,5 tahun.Untuk merangsang anak agar suka membaca, Anda juga bisa melatihnya dengan mendongengkan buku atau sering bercerita kepadanya.
  • Memiliki kemampuan logika. Anak berbakat akan mudah memahami benda-benda yang besar dan kecil, serta membedakan banyak dan sedikit. Selain itu, si anak juga mengerti mengenai berapa lama, berapa jauh, dan berapa banyak. Dan anak berbakat juga bisa membedakan atas dan bawah, kiri dan kanan, serta maju dan mundur.
  • Memiliki daya ingat yang cukup baik. Daya ingat anak berbakat sangat tinggi. Misalnya, si anak mampu mengingat kejadian yang sudah lama dan mampu untuk mengungkapkannya kembali dengan baik.
  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak berbakat cenderung lebih banyak bertanya terhadap apa yang belum dimengerti. Jika si anak banyak bertanya pada apa yang tidak diketahuinya, maka sebagai orangtua Anda harus memberikan jawaban untuknya. Berilah jawaban dengan baik dan jangan biarkan si anak tanpa jawaban.
  • Pandai bersosialisasi. Anak berbakat akan lebih senang untuk bermain dengan teman di atas usianya. Dirinya akan merasa nyaman bermain dengan teman yang usianya lebih tua darinya. Sedangkan, saat bermain dengan teman seusianya si anak akan merasa tidak nyaman.
  • Memiliki energi yang kuat. Setiap beraktivitas, si anak selalu bersemangat karena dirinya memiliki energi yang kuat. Untuk itu, jangan heran jika si anak kurang tidur siangnya.
2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbe dan Ranzulli!
Menurut Renzulli keberbakatan mencakup tiga dimensi yang saling berkaitan, yaitu kecakapan diatas rata-rata, kreativitas dan komitment pada tugas. Renzulli meyakini bila faktor-faktor ini menyatu dalam diri individu, hasilnya adalah orang yang benar-benar berbakat dalam kinerja yang luar biasa dan sumbangan sangat besar pada masyarakat. Risetnya menunjukan bahwa secara konsisten orang-orang yang mendapat pengakuan karena prestasi dan kontribusi kreatif mereka yang unik, memiliki tiga kelompok ciri-ciri yang berpautan,yaitu kemampuan umum diatas rata-rata, kreativitas dan pengikatan terhadap tugas. Jadi memiliki salah satu kelompok ciri, misalnya inteligensi tinggi, belum mencerminkan keberbakatan. Meskipun dua kawasan yang mendampingi kemampuan intelektual adalah kawasan non-intelektual, namun kawasan nonintelektual ini sangat menentukan kinerja intelektual seseorang. Karenanya ketiganya saling berinteraksi “three-ring-interaction”.
3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikulum berdiferensiasi dan apa perbedaannya dgn kurikulum yg umum?
Penanganan anak-anak berbakat atau cerdas dengan program pengayaan dan percepatan penuh banyak memiliki kelemahan-kelemahan yang merugikan anak itu sendiri, maka telah dikembangkan kurikulum alternative yaitu berdiferensiasi (differentiated instruction ). Pendekatan ini menghendaki agar kebutuhan  berbakat dilayani di dalam kelas regular. Program ini menawarkan serangkaian pilihan belajar pada  berbakat dengan tujuan menggali dan mengarahkan pengajaran pada tingkat kesiapan, minat, dan profil belajar yang berbeda-beda.Kurikulum berdiferensiasi sangat penting ditekankan untuk anak berbakat. Kurikulum ini memiliki tiga level kurikulum yaitu:
  • Prescribed Curriculum and Instruction. Level pertama, prescribed curriculum and instruction adalah kurikulum yang dikembangkan oleh standard lokal dan tidak menyediakan kesempatan untuk strategi belajar yang cocok untuk  berbakat.
  • Teacher-Differentiated Curriculum. Pada level kedua, teacher-differentiated curriculum, guru memodifikasi kurikulum yang telah ada menjadi kurikulum yang menarik dan menantang untuk berbakat. Disini, murid tidak hanya dipandang sebagai seorang ‘murid’ saja, tetapi murid adalah pembelajar aktif.
  • Learner-Differentiated Curriculum. Level ketiga, learner-differentiated curriculum, adalah level tertinggi dimana murid berbakat dianggap sebagai “producers of knowledge”, bukan hanya “consumers of knowledge”. Level ini mendukung perkembangan self-discovery, self-esteem, kreativitas, dan otonomi. Selain perkembangan kognitif, pada level ini jug mengembangkan faktor sosial dan emosional murid.
Perbedaan penerapan kurikulum differensiasi dengan kurikulum umum, yaitu:
  • Konten. Muatan atau materi yang diberikan kepada anak berbekat berbeda-beda sesuai dengan minat dan kemampuan anak.
  • Proses. Proses belajar anak berbakat, entah itu waktu maupun caranya, dibedakan dengan anak umumnya sesuai dengan tingkat kemampuan anak.
  • Produk. Dalam hal penugasan, anak berbakat diberikan beban produk yang lebuh rumit dan kompleks daripada anak umum. Produk belajar itu sendiri dapat berupa lisan, tulisan, ataupun benda
Sumber

Thursday, April 9, 2015

BELAJAR-MENGAJAR KREATIF

Kali ini, saya akan membahas tentang belajar-mengajar kreatif menurut kelompok sayaa..
Menurut saya dan kelompok saya, belajar mengajar kreatif dapat dilakukan dengan beberapa cara dan kriteria, yaitu:
1. Dengan cara observasi langsung
Jadi, dengan melakukan observasi, anak didik dapat melihat dan mengalami langsung keadaan tersebut serta mendapatkan informasi dari objek secara langsung sehingga informasi yang didapatkan masih bersifat original atau belum tercampur dengan pendapat orang lain. Selain itu anak didik juga dapat melihat langsung materi yang mereka pelajari, sehingga anak didik dapat menyerap informasi tersebut dengan maksimal dan menerapkan hal-hal positif dari informasi tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari.
2. Metode Diskusi
Metode diskusi dapat dilakukan agar terjadi interaksi antar anak didik, sehingga anak didik dituntut untuk aktif dan sigap. Hal ini tentu saja menimbulkan dampak yang positif, anak didik dapat menambah wawasan dan pengetahuan melalui cara diskusi tersebut, serta anak didik akan menjadi lebih interaktif dalam mengemukakan pendapat.
3. Metode Simulasi/Permainan
Selain metode diskusi, metode lain yang dapat digunakan yaitu metode simulasi atau permainan. Metode Simulasi adalah suatu metode pelatihan yang memperagakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan sebenarnya, sehingga anak didik dapat merasakan bagaimana rasanya jika berada dalam keadaan tersebut.